Selasa, 18 Juni 2013

Refleksi minggu kesebelas

               Pada minggu ini kami diminta untuk memresentasikan hasil video atau film yang sudah kami buat untuk pelengkap media pembelajaran. Kita mempresentasikan hasil film atau video tersebut supaya kita mengetahui apakah angel yang kami ambil, cara mendekatkan dan menjauhkan tokoh utama apakah sudah pas dan halus, serta pencahayaan yang kami gunakan sudah tepat apa belum.
               Dalam pengambilan video kita harus memperhatikan
1.    Memiliki persiapan akan lebih bagus, sebuah gagasan tentang bagaimana aliran video secara umum.
2.    Memiliki beberapa gambar di berbagai sudut. Kalau bisa kita harus memiliki rekaman sebanyak mungkin, ini akan menyelamatkan kita dari pengeditan di kemudian hari. Jika rekaman gagal, tembakan sudut yang lain dapat menutupi.
3.    Menggunakan tripod jika diperlukan. Sebuah video yang tidak stabil sangat tidak nyaman untuk dilihat. Menstabilkan kamera menggunakan tripod berukuran tepat.
4.    Kita juga harus sadar pada input audio. Sebuah kesalahan umum yang mungkin kitan sering lakukan  adalah bagian audio video karena kita terlalu fokus pada visual.
5.    Memanfaatkan pencahayaan yang memadai. Jika diluar ruangan akan lebih mudah dalam pengambilan video. Tetapi jika di dalam ruangan, kita dilarang untuk mengambil video di bawah lampu neon.
                 Setiap kelomok harus mempresentasikan hasil rekaman video. Supaya teman yang lain bisa memberi saran dan tanggapan, yang nantinya berguna sebagai bahan untuk media pembelajaran. Setelah minggu lalu kami merencanakan rekaman video tentang apa yang akan di ambil. Pada minggu ini kami sudah memiliki sebuah video tentang prosedure text.
                  Kami membuat procedure text how to make a cup of coffee. Kami mengambil latar disebuah ruangan yang pencahayaannya bagus. Kami juga menggunakan alat pengeras suara supaya suara yang dihasilkan keras dan tidak perlu untuk mendubbing video tersebut. Untuk pengambilan video kali ini kita Cuma menggunakan satu kamera saja, karena kami Cuma fokus di satu tempat.


Sabtu, 08 Juni 2013

Refleksi minggu kesepuluh

         Untuk minggu ini kita membahas tentang video atau  film. Pertemuan kali ini kita diminta untuk membawa kamera digital. Perwakilan untuk 3 kelompok untuk mengambil shoot yang menceritakan kegiatan di simeru, kantin kampus, dan perpustakaan. Untuk lain kelompok yang tidak di tunjuk untuk mengambil shoot di 3 tempat tersebut di beri contoh foto – foto yang begus, supaya siswa mengetahui angel foto yang bagus, efek cahaya dan gambar sebagai latar dan utama harus dibedakan dengan lensa kamera tertentu.
Setelah 3 kelompok selesai take photo, kita bersama – sama melihat hasil video dan mengomentari tentang zoom in zoom out dan ketepatan pengambilan gambar utama atau yang disebut sebagai gambar yang penting.
             Adapun teknik pengambilan gambar adalah sebagai berikut:
1.SUDUT  PENGAMBILAN GAMBAR [CAMERA ANGLE].
1.    Bird Eye View.
Pengambilan gambar yang dilakukan dari atas di ketinggian tertentu sehingga memperlihatkan lingkungan yang sedemikian luas dengan benda-benda lain yang tampak di bawah begitu kecil. Pengambilan gambar dengan cara ini biasanya menggunakan helikopter maupun dari gedung -gedung tinggi. Kalau anda suka melihat film-film Hollywood, tentunya teknik yang ini tidak asing lagi bagi anda.
2.    High Angle.
Teknik pengambilan gambarnya dengan sudut pengambilan gambar tepat diatas objek,pengambilan gambar yang seperti ini memilki arti  yang dramatik yaitu kecil atau kerdil.
3.    Low Angle
Pengambilan gambar teknik ini yakni mengambil gambar dari bawah si objek, sudut pengambilan gambar ini merupakan kebalikan dari high angle.
Kesan yang di timbulkan yaitu keagungngan atau kejayaan.
Biasanya teknik ini sering di gunakan untuk membuat sebuah karakater monster atau manusia raksasa.
4.    Eye Level
Pengambilan gambar ini dengan sudut pandang sejajar dengan mata objek,tidak ada kesan dramatik tertentu yang di dapat dari eye level ini, yang ada hanya memperlihatkna pandangan mata seseorang yang berdiri.
5.    Frog Level.
Sudut pengambilan ini di ambil sejajar dengan permukaan tempat objek menjadi sangat besar.
http://bopfive5.blogspot.com/2011/05/teknik-pengambilan-gambar-atau-video.html
             Setelah kita mengetahui bagaimana take video and foto yang bagus kita berencana untuk membuat film tentang procedure text how to make a cup of coffee. Supaya media pembelajaran untuk SMP MUHAMMADIYAH JETIS layak untuk digunakan sebagai media pembelajaran yang mendukung proses belajar mengajar. Rencananya kita akan mengambil setting disebuah warung kopi dan kita meminta penjual untuk membuatkan kopi. Pada saat step membuat kopi, kita memberi si penjual skrip bahasa inggris how to make a cup of coffee. Atau kita juga bisa mengambil pemeran video teman kita sendiri.

Refleksi minggu kesembilan

        Minggu ini kita mengadakan kuliah online. Kita disuruh membuka link tentang storyboard dalam media pembelajaran interaktif. Storyboard visualisasi ide dari aplikasi yang akan dibangun, sehingg dapat memberikan gambaran dari aplikasi yang akan dihasilkan. Storyboard dapat dikatakan juga visual script yang akan dijadikan outline dari sebuah proyek, ditampilkan shot by shot yang biasa disebut dengan istilah scene.
         Salah satu keuntungan menggunakan Storyboard adalah dapat membuat pengguna untuk mengalami perubahan dalam alur cerita untuk memicu reaksi atau ketertarikan yang lebih dalam. Kilas balik, secara cepat menjadi hasil dari pengaturan Storyboard secara kronologis untuk membangun rasa penasaran dan ketertarikan.
          Seorang pembuat Storyboard harus mampu menceritakan sebuah cerita yang bagus. Untuk mencapainya, mereka harus mengetahui berbagai film, dengan pengertian tampilan yang bagus, komposisi, gambaran berurut dan editing. Mereka harus mampu untuk bekerja secara sendiri atau dalam sebuah bagian tiam. Mereka harus mampu menerima arahan dan juga bersiap membuat perubahan terhadap hasil kerja mereka. Untuk proyek tertentu, pembuat Storyboard memerlukan ketrampilan menggambar yang bagus dan kemampuan beradaptasi terhadap gaya yang bermacam. Mereka harus mampu untuk mengikuti desain yang telah dikeluarkan dan menghasilkan kerja konsisten, yang digambar pada model.
         Format apapun yang dipilih untuk Storyboard, informasi berikut harus
dicantumkan:
1. Sketsa atau gambaran layar, halaman atau frame.
2. Warna, penempatan dan ukuran grafik, jika perlu
3. Teks asli, jika ditampilkan pada halaman atau layar
4. Warna, ukuran dan tipe font jika ada teks
5. Narasi jika ada
6. Animasi jika ada
7. Video, jika ada
8. Audio, jika ada
9. Interaksi dengan penonton, jika ada
10. Dan hal-hal yang perlu diketahui oleh staf produksi
http://staff.uny.ac.id/sites/default/files/tmp/Storyboard%20dalam%20Media%20Pembelajaran%20Interaktif.pdf  
              Pelajaran yang dapat kita ambil hari ini adalah. Kita diberi materi bagaimana membuat storyboard yang baik dan benar. Di dalam sebuah media pembelajaran macromedia, di halaman awal harus ada tombol – tombol yang berisi materi, SKKD, example, evaluasi, referenci, dan help untuk membantu siswa bagaimana cara menggunakan media pembelajaran tersebut. Untuk rencaan pembuatan media pembelajaran menggunakan macro media kita memasukkan story board
1.    Skkd
Procedure text untuk anak kelas 1 SMP.
Untuk skkd kita beri audio narasi durasi selama kurang lebih 1 menit.
2.    Material
What is Procedure text? What is the purpose of procedure text? What is the generic structure of procedure text?
Untuk material kita beri audio narasi yang berdurasi kurang lebih 2 menit
3.    Example
Foto and video how to make a cup coffee.
Untuk foto kami memberi audio narasi pada setiap material and ingredients, and the step lama narasi kurang lebih 3 menit
4.    Evaluation
5 soal tentang how to make a cup of coffee.
Untuk evaluation kita tidak memberi narasi audionya Cuma jika siswa menklik jawaban benar akan keluar suara tepuk tangan.
5.    Bantuan
Bantuan mengenai tombol – tombolnya.
Kami tidak memberi narasi audionya.
 Setelah itu kami menggirimkan di blog ketua kelompok.

Refleksi minggu kedelapan

Kuliah minggu ini kita diberi contoh media pembelajaran macro media. Bapak dosen meminta kita untuk memilih satu media pembelajaran yang kita anggap paling bagus dan efektif untuk siswa. Setelah kita tentukan media pembelajaran mana yang kita anggap paling bagus, selanjutnya kita diminta untuk memberi alasan mengapa media pembelajaran itu bagus. Setelah kita bahas dengan kelompok kami memberi alasan jika media pembelajaran yang kita pilih memiliki kelebihan gambarnya lebih menarik, semua materi terdapat narasinya sehingga memudahkan kita untuk memahami isi materi tersebut, untuk evaluasinya sudah terdapat waktu untuk menggerjakan yang tidak terdapat dalam contoh macro media lainnya, untuk setting bacgroundnya bisa diubah – ubah sehingga pengguna media pembelajaran tidak bosan dan pada media tersebut terdapat tombol menghidupkan dan mematikan narasi. Tetapi di media pembelajaran tersebut juga terdapat satu kekurangan yaitu, untuk musik pembukaanya terlalu panjang. Setelah waktu pembehasan habis, tiap kelompok mempresentasikan hasil diskusinya. 

Refleksi minggu ketujuh

                 Materi perkuliahan minggu ini sama seperti minggu ke enam. Kita melanjutkan presentasi yang belum mempresentasikan media pembelajarannya.  Pada minggu ini kita juga di beri tahu bahwa untuk ujian tengah semester kita cukup mengumpulkan materi pembelajaran yang sudah kita revisi, disertai kumpulan foto – foto, suara, bahan ajar yang digunakan, hasil penilaian dari sekolah SMP MUHAMMADIYAH JETIS, dan di burn di CD  selanjutnya dikumpulkan saat UTS.
               Untuk tugas tengah semester ini kami membuat media pembelajaran power point. Kami mengambil materi tentang procedure text. Didalam media pembelajaran tersebut, kami memasukkan materi tentang what is procedure text? What is the purpose of procedure text? What is the generic structure of procedure text?  Kita juga memasukkan contoh –contoh foto tentang how to make a cup of coffee beserta video how to make a cup of coffee. Untuk mengetahui pemahaman siswa kami memberikan evaluasi yang sekaligus terdapat jawabannya di media pembelajaran.
             Untuk  mengetahui layak dan tidak layaknya media pembelajaran kami, kami juga memintakan penilaian dari Ibu Amin selaku klien kami.

Refleksi minggu keenam

             Untuk perkuliahan minggu ini kita mempresentasikan hasil kerja kelompok masing – masing. Apakah sudah layak media pembelajaran yang sudah kita buat, di uji cobakan ke SMP yang sudah kita tinjau sebelumnya. Setelah di presentasikan kita meminta teman kita untuk mengkomentari dan memberi saran supaya tercipta media pembelajaran yang layak.
              Untuk hari ini kita mempresentasikan power point kami tentang procedure text how to make a cup of coffee. Di dalam power point tersebut kita memberi SKKD SMP kelas 1 tentang text. Dan kita memberi bagaimana menggunakan media pembelajaran power point tersebut. Pada tombol materi kita memasukkan materi tentang what is procedure text? What is the purpose of procedure text? What is the generic structure of procedure text?. Pada tombol example kita memberi contoh gambar nyata how to make a cup of coffee dan kita beri video supaya lebih menarik. Untuk menguji kemampuan siswa kita juga memasukkan evaluasi yang sekaligus kelihatan jawaban itu benar atau salah.

Refleksi minggu kelima


           Minggu ini kita kuliah online dan  belajar visual principles. Kita belajar tentang visual principles. Dengan materi ini kita mendapatkan oengetahuan baru, jika kita membuat media pembelajaran menggunakan power poin kita harus memperhatikan warna gambar dan tata letak penaruhan materi, gambar dan animasi. Jika kita ingin memasukkan animasi, kita harus memilih animasi yang sesuai dengan materi yang ada di media pembelajaran. Jika kita memasukkan tombol – tombol menggunakan hiperlink kita juga harus menaruh tombol disetiap slide yang sama, jika tombil next ada desebelah kanan, kita harus menaruh tombol next disebelah kanan semua. Supaya siswa tidak kebingungan. Untuk peletakan gambar kita juga harus memberhatikan posisi tata petak yang pas. Misalnya kita menulis surat, tata letak gambar perangko kita harus letakkan di kanan atas tidak boleh dikanan bawah. Supaya siswa tidak kebingungan. Jika kita memasukkan sebuah berita koran. Kita juga harus mencari gambar kertas dan warnanya seperti potongan koran sungguhan. Untuk bacground power point itu sendiri juga harus diperhatikan. Setiap slide harsnya memiliki bacground yang sama supaya tercipta visual aids yang menarik.
             Kita juga membuat sebuah media pembelajaran menggunakan power point tetapi harus merujuk dengan visual principles yang sudah kita pelajari. Untuk materi pembuatan media power point ini kelompok saya mengambil tema tentang procedure text. Di situ kami memasukkan gambar – gambar foto yang real tidak kopian dari situs internet. Kita mengambil foto tentang how to make a cup of coffee dan kita juga memasukkan sebuah video tentang how to make a cup of coffee yang kita take dari teman kita sendiri. Kita juga menggunakan animasi supaya powerpoint media pembelajaran tersebut lebih hidup. Kita juga menaruh bacground power point yang sesuai dengan materi kita. Supaya kelihatan rapi kita juga memberi tombol – tombol next, previous, home, and exit. Tak lupa kita memberikan suara supaya siswa faham apa yang ada di powerpoint tersebut. Untuk menguji pemahaman siswa tentang materi tersebut kita membuat 5 evaluasi yang sekaligus ada jawabannya.
             Setelah powerpoint itu jadi kita mencari teman kita untuk menilai hasil media pembelajaran kami dan nilainya dikirim ke email bapak wahyu pujiono untuk syarat kehadiran.